Setelah Cita Cita SD berlalu, aku mulai menciptakan Cita Cita
Sejenak menahan lapar!, dari seribu kegiatan yang sudah saya lewati masih banyak yang baru yang akan saya hadapi.
Adalah sekarang masa ke-emasan-emasan untuk berbuat sebuah pencapaian untuk saya, saya ingat ke belakang setelah daya di usia yang sudah layak menonton konten dewasa bahwa hari yang lalu tidak begitu saja berlalu, kebodohan, kebingungan, dan keterbelakangan membungkus hidup saya.
Ntah tahu tidak tahu, sekarang saya bisa memikirkan saya perlu melakukan pencapaian yang perlu. Terlebih masa muda ku saat ini terasa seperti pemilik /generasi sesungguhnya. Saya angkatan 90an.
Saat ini kondisi yang saya sadari mengenai masa muda ialah masa muda akan berguna di masa muda, apalagi saat punya prestasi. Mengenai prestasi ini bagi saya tidak bisa saya datangkan dengan mudah, butuh bertahun tahun melewati sekolah ini itu, tapi toh ujungnya "kebebasan berekspresilah inti yang menyadarkan kemampuan kita Ada", dan itu hal paling bisa menyapu konsep pendidikan ala sekolah secara bersih. Pendidikan memang dirasakan perlu untuk meratakan lapangan di dunia pengetahuan. Namun saya salah kaprah mengenai ini, karena begitu tidak spesifik pendidikan formal yang saya tahu. Pendidikan home schooling, pendidikan talenta, pendidikan bebas saya rasa lebih spesifik yang mampu mengakselarasi pencapaian/karya.
Banyak yang saya tahu orang menyalahkan Kampus dan Universitasnya karena sudah membuat dirinya pengangguran, dan berjiwa karyawan. Sebenarnya tidak semata mata kesalahan perguruan tinggi. Ada SD, ada SMP, ada SMA yang mendahului. Pendidikan formal ini yang harus di pertanyakan mengapa baru harus berani bermimpi setelah 23 tahun. Mengapa demikian, SD bermimpi apa yang ia lihat tanpa melihat siapa dia sendiri.
Coba sekarang, kalau masih berani bermimpi sama seperti masa kecil, kamu luarbiasa, salute for you.
Tapi apa sudah tak bisa lagi memulai mimpi itu? Bisa! Kalau dulu zaman kecil belum mengenal diri sendiri berani bilang cita cita, masa sekarang sudah punya kesadaran tentang diri sendiri, dan potensi jadi tidak punya mimpi? Ayo bisa.
Justru bermimpi itu harus dimulai dari saat pertama kamu sadar kamu memiliki rencana ini dan itu dan melihat aku punya ini dan tidak punya itu!
Komentar
Posting Komentar